Archive for Agustus, 2010

Beranjak Menuju 23th – Part II

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

Rasanya baru di tahun ini saya merasakan puasa bertepatan dengan bulan kelahiran saya, alhamdulilah jarang sekali kan 😀 tapi kok rasanya hati ini belum total berserah dan melakukan ibadah kepada Sang Pencipta kita, Allah SWT. ‘Ya Allah bantulah aku memperbaiki iman dan ibadahku menjadi senantiasa semakin baik, ampuni kelalaian dan kekhilafan’ku.. semoga aku bisa mengisi ramadhan ini dengan amalan sholeh, amin..’

Hmm berbicara seputar jilbab, insya’Allah tahun ini adalah tahun ke lima saya mengenakan jilbab. Bukannya menunggu hidayah tapi saya mengejar hidayah itu sendiri berawal dari masa sma saat duduk di bangku kelas 2 saya iseng bernazar kepada Allah “ya Allah bila Engkau memperkenankan aku untuk mendapat peringkat 2 besar di kelas dan bisa masuk ipa aku akan berjilbab..” dan Alhamdulillah Allah mengabulkan keinginan tersebut lalu setelah lulus sma satu haru menjelang ramadhan tiba saya mantap berjilbab hinggal ajal menjemput 🙂 setelah mengenakan jilbab barusan saya bisa merasakan hidayah yang Allah berikan kepada hamba-Nya yg berlumur dosa ini, betapa beruntungnya Allah masih mengingatkan dan membuka pintu hati ini untuk bertaubat *ceilee bahasanya berat ah 😀 

Sekedar berbagi, janganlah melihat kepribadian seseorang dari penampilan semata, baik buruknya kepribadian seseorang tidak bisa dilihat hanya dengan satu unsur saja. Jilbab itu bukan penanda bahwa si pemakai adalah orang yang berkepribadian baik, tapi jilbab merupakan ikhtiar si pemakai untuk menjadi baik. Dari yang saya pahami berjilbab itu sudah menjadi satu kewajiban bagi setiap muslim, biarlah hati mereka yg berbicara 😛

Apa yang Perlu Dilakukan Pada Saat Bertambah Umur?

Jika ada yang bertambah pasti ada bagian lain yang berkurang, Tuhan menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan bukan 🙂 pada saat kita mengalami bertambah / berkurangnya umur kita harus bertanya kepada diri sendiri seberapa besar kebaikan yang telah diperbuat.

saya pernah membaca disuatu blog, Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya.  Kenyataan inilah yang membuat seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskannya.

Mungkin benar apa yang di bilang bila usia bertambah berarti adalah Sebuah kesempatan memuhasabah amalnya. Memeriksa kendaraan jiwanya. Bagaimana keadaannya. Olinya, Remnya, Bensinnya, Bannya. Dan jarak tempuh yang sudah dicapainya serta Sejauh mana titik tolak sudah dilewati.

Oleh karena itu saya merasa dalam bertambah usia saya sangat sadar telah melewati beberapa proses baik yang berpengaruh dalam pengembangan diri serta pengelolaan hati yang berpengaruh pada saat kita bersikap terhadap hal apapun. Pengalaman kebahagiaan – kesedihan, pencapaian – kekecewaan, keberhasilan – kegagalan, kepercayaan – penolakan, diajak nikah – hal yang tak diinginkan dan rentetan kejadian lainnya adalah segumpalan  waktu yang pernah saya lewati.

Tahukah kamu? kadang saya tidak ingin berandai-andai saat saya bertambah usia, klo mau berharap macam2 berdoalah yg muluk-muluk sekalian. misalnya ingin kaya dengan harta yang halal, cepet menikah bersama pendamping hidup yang mampu membahagiakan kita lahir bathin, jadi direktur di perusahaan yang dikelola sendiri, punya suami orang beken dikalangan orang2 sholeh, pindah rumah ke kawasan elit yang bisa berdekatan dengan lingkungan masyarakat yang mencintai kegiatan rohis dan sosial, menang pilkada yang bisa membawa masyarakatnya menjadi sejahtera dengan pendidikan serta kesehatan yg terjami, bisa ambil S2 ikut bermacam2 kursus bahkan berkeliling dunia lalu mengajak orang2 sekampung naik haji  sekalipun juga boleh kok 😀

*ini yang saya artikan dengan bermimpi yang terlalu muluk 😛



Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 184).

apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. ( Source By :  Dudung.Net )

Iklan

Beranjak Menuju 23th – Part I

“Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)


Kali ini saya ingin berbagi cerita seputar diri saya, banyak hal yang sudah saya lewati. Tak pernah putus rasa syukur saya kepada Allah SWT yang telah memperkenankan saya dan keluarga sampai kepada tahap ini. Bisa dibilang saya pernah merasakan hidup serba cukup menjadi berkekurangan dan perlahan-lahan bangkit lagi, saya begitu bangga bisa sampai ke tahap sekarang banyak pengalaman yg bisa dibagi kepada orang lain yang mungkin sedang merasa dunia ini tidak adil dan pengalaman dulu bisa saya jadikan pelajaran untuk menghargai hidup yang telah Allah berikan kepada kita. 😛

Tidak Ada Impian

Dulu saya adalah gadis pendiam yang jarang ingin berinteraksi dengan teman2 sepantaran saya, mungkin karena faktor minder saya menjadi agak tertutup anehnya saya baru menyadari hal itu ketika saya sudah bekerja hehe..  Selepas SMA saya mulai berani membuka diri berinteraksi dengan yang lain, klo dulu waktu jaman es-em-pe dan es-em-a boro-boro mikirin rangking 1, nonton apalagi  pacaran bisa bersekolah saja sudah untung alhamdulillah maklum perekonomian dikala itu begitu sulit sehingga harus membantu orangtua dan merasakan berjualan bersama dindi dari pagi hingga malam oleh karena sebab itu saya sangat mencintai uang eh menghargai uang maksudnya hehehe 😀

Ketika lulus sma kakak tercinta bilang “din, kamu sekarang adalah kertas yang putih.. Di dalam kertas ini kamu bisa bebas menorehkan warna apa saja menciptakan warna yang kamu suka.. Saat kamu bertemu orang nanti tidak ada yang mengenali kamu dulunya seperti apa, kamu tidak perlu minder.. Cukup tunjukan kepada orang lain betapa menariknya diri kamu, buat mereka tertarik berbagi cerita bersama kamu, tanyalah hal-hal apapun tentang orang yang sedang berbincang dengan kamu klo kamu bingung coba perhatikan lingkungan atau dari aksesoris yg mereka kenakan, dll..” kalimat itu yang membuat saya bisa keluar dari ruang gelap dan membaur dengan gaya saya.

tidak lama setelah lulus untuk mengisi waktu luang saya coba mengikuti kursus bahasa jepang dari sana saya mulai berinteraksi dengan orang lain, belajar mengasah keberanian, membentuk diri menjadi pribadi yang baik. setelah itu tidak lama pada tahun 2006 saya mendapatkan tawaran untuk bekerja.  Dari sini saya mulai merangkai mimpi mulai mencari tau apa yang saya mau dan mulai mengeluarkan ego yang ternyata merugikan diri sendiri…


(bersambung…)



“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturrahim.” (HR. Bukhari dalam kitab Adab, bab Man Busitha Lahu Fii Rizqi Bishilatirahim, (10/429); Muslim dalam kitab Al-Birr wa Ash-Shilah wa Al-Adab, bab Shilaturrahim wa Tahriim Qathiathuha (16/429).

Maaf’in aku ya pembaca…

Alhamdulillah Allah SWT memperkenankan kita lagi untuk bertemu dengan bulan ramadhan yang begitu istimewa dan dinanti-nantikan seluruh umat muslim diseluruh dunia ini 😛

Tiadalah Harta yang Tersisa Kecuali yang di Sedekahkan & Tiada Umur yang Berharga kecuali selalu dalam keTaqwaan , Tiadalah Bulan yang di nantikan kecuali Ramadhan yang Mulia lagi Mensucikan..

Marhaban ya Ramadhan, Mohon dibukakan pintu maaf jika ada kekhilafan dalam tutur kata dan tindakan yg kurang berkenan..  🙂

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, semoga kita dapat melakukan amalan-amalan sholeh dan meraih kebahagian yang telah Allah Janjikan kepada setiap ummatnya…


Inikah Gaya Marah Anda

Saat tidak menyukai suatu hal, Anda pasti bereaksi. Reaksi ini merupakan ungkapan rasa marah, dan tiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang diam saja, meledak-ledak atau malah pergi dan menghindar.

Ekspresi marah yang berbeda ini, bukan hanya menandakan perbedaan tipe kepribadian saja. Tetapi juga “penanganan” yang berbeda-beda pula. Untuk mengetahui cara yang tepat mengontrol emosi atau “anger management”, Anda harus terlebih dulu mengetahui gaya marah Anda.

– Eksplosif

Hal ini biasanya ditandai dengan rasa marah yang disertai teriakan keras, melempar barang atau membanting pintu. Bukan hanya anak kecil yang mengalaminya, banyak orang dewasa yang mengungkap amarahnya dengan cara meledak-ledak. Luapan emosi yang eskplosif bisa terjadi karena adrenalin yang menyala, dan Anda bisa jadi ‘menikmati’ kondisi tersebut. Jika tidak diatasi, emosi justru makin tinggi dan bisa membuat Anda makin marah, dan melakukan hal merugikan.

Cara mengatasi : Menurut Ronald Potter-Efron, Ph.D, seorang psikiater, seperti VIVAnews kutip dari Real Simple, penelitian menunjukan respon kemarahan secara neurologis, kurang dari dua detik. Jika tidak segera dikontrol, bisa meledak. Cobalah untuk menghitung hingga 10 hitungan saat rasa marah muncul. Dalam jeda waktu tersebut kontrol emosi Anda. Lalu, daripada meluapkan rasa marah dengan cara eksplosif, lebih baik ungkapkan dengan kata-kata pada orang yang memicu kemarahan Anda, seperti “saya sangat kecewa kamu melakukan itu”.

– Menyakiti dan menyalahkan diri sendiri

Banyak pria dan wanita yang menyalahkan atau bahkan menyakiti diri sendiri sebagai luapan kemarahannya. Biasanya muncul pikiran, “Ini salahku, sehingga semuanya berantakan”. Pemikiran tersebut bisa memicu seseorang menyakiti diri sendiri seperti menyilet tangan atau membenturkan kepala ke tembok. Hal itu bisa terjadi, karena kepercayaan diri Anda menurun, dan menyalahkan diri sendiri.

Cara mengatasi : Setiap kali Anda merasakan dorongan menyalahkan atau menyakiti, mulailah dengan bertanya pada diri sendiri, “Siapa yang mengatakan bahwa saya bertanggung jawab untuk ini?”, lalu “Apakah saya benar-benar percaya itu?”. Buat juga daftar kelebihan atau hal positif yang Anda miliki untuk meningkatkan kepercayaan diri.

– Penyangkalan

Apakah Anda sering berkata “Saya baik-baik saja” atau “Tidak masalah”, padahal emosi sedang tinggi. Tidak hanya itu, Anda malah memasang senyum dan berusaha keras untuk menutupi amarah. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang selalu ingin terlihat baik di sekelilingnya atau ia tidak terbiasa memperlihatkan perasaannya di depan orang lain. Hal ini tentu tidak baik, karena setiap orang harus menyalurkan emosinya dan itu adalah hal alami.

Cara mengatasi : Tantang diri Anda untuk mengeluarkan emosi. Pikirkan apakah pemicu rasa marah sudah sangat menyakitkan. Jika iya, mulailah luapkan amarah dengan menuliskan di kertas dan tunjukkan pada orang lain. Hal ini melatih Anda memperlihatkan emosi sekaligus mengontrolnya.

– Sarkasme

Saat dalam keadaan marah Anda bisa mengeluarkan kata-kata yang tajam, umpatan dan langsung memasang wajah judes. Hal itu menandakan reaksi negatif Anda sangat dominan, bukan hanya saat marah tetapi juga memandang segala hal. Jika didiamkan, Anda bisa kehilangan teman atau bahkan pasangan, karena ucapan yang bernada sarkasme, dan menyakiti orang lain.

Cara mengatasi : Gantilah umpatan Anda dengan kata-kata yang lebih baik. Ekspresikan kemarahan dengan kata-kata yang tepat, bukan dengan kata-kata kotor. Selalu ingat bahwa setiap hal yang Anda ucapkan akan berdampak besar.

Source by VIVA

Bagaimana Pria Menilai Seorang Wanita & Hal-hal yang Tidak di Katakan oleh Kaum Adam

Di tengah pembicaraan atau kencan, diam-diam pria suka memberi penilaian dalam hati.


Wanita dikenal sebagai makhluk yang senang memberi penilaian terhadap orang lain. Namun yang mengejutkan, pria juga sangat memperhatikan segala sesuatu saat berhadapan dengan wanita.

Berikut empat hal yang menjadi bahan penilaian pria pada diri seorang wanita.

  • Teman-teman Anda

Saat bertemu pria yang menarik hati, mungkin Anda bisa menjaga gaya pakaian, sikap dan perilaku di hadapannya. Namun, tidak demikian dengan para sahabat wanita Anda. Kondisi ini akan menjadi perhatian pria untuk menilai kepribadian Anda sesungguhnya.

Teman dekat adalah cerminan kepribadian Anda, termasuk hal yang tidak baik. Di awal bertemu, dari obrolan sahabat-sahabat Anda, ia bisa menilai seperti apa aslinya Anda di balik sikap anggun dan mempesona.

  • Tertawa

Pria sangat bangga jika disebut sebagai orang yang humoris sehingga kebanyakan mereka mencari wanita yang bisa menghargai rasa humor. Namun, pria cenderung tidak menyukai wanita yang terlalu banyak tertawa, bahkan untuk hal-hal yang sama sekali tidak lucu.

  • Pilihan minuman

Tidak masalah apakah Anda akan memilih teh, kopi, anggur, bir, atau koktail saat kencan dengannya. Yang paling penting, Anda memiliki alasan kuat mengapa memilih minuman tersebut. Mempertahankan pilihan menunjukkan Anda cukup cerdas untuk mengetahui apa yang Anda sukai.

  • Penggunaan selular

Anda sedang mengobrol seru dengannya saat sebuah panggilan atau pesan masuk ke telepon genggam. Tanpa sadar, seringkali Anda akan mengabaikan pembicaraan kalian sesaat untuk mengangkat telepon atau membalas pesan yang masuk.

Bagi pria, sikap di saat itu menunjukkan bagaimana perlakuan wanita tersebut di kemudian hari. Jika seorang wanita mengabaikan telepon saat berbicara dengannya, si pria akan merasa dirinya menjadi prioritas.

Jadi lebih baik mintalah maaf terlebih dahulu karena menyela pembicaraan seru dengan mengangkat telepon atau melihat pesan yang masuk. Jika memang bukan hal penting, tunda untuk merespons dan membalas pesan itu. Lanjutkan pembicaraan seru dengannya.


Source By
VIVA

====================================================

Hal-hal yang Tidak di Katakan oleh Kaum Adam


Pria adalah kaum yang paling handal dalam menyembunyikan perasaan dan maksud mereka. Terkadang kita tidak bisa mengerti apa yang ada di dalam pikiran mereka dan apa maksud tujuan mereka.

1. Pria memang dihubungkan dengan seks. Mereka dianggap mahluk yang sebagian besar pikirannya di penuhi oleh pikiran berhubungan dengan fisik. Saat melihat perempuan dengan tubuh yang molek mereka sedikitnya akan melirik dan berhkahayal.

2. Pria akan merasa kehilangan gairah jika perempuan yang mereka miliki membuat mereka merasa sulit dan merasa tidak menghormati mereka.

3. Pria cenderung tertarik dengan hal-hal yang dibenci perempuan. Semakin kaum hawa membenci sesuatu hal mereka semakin tertarik dengan hal itu. Contohnya? Mabuk-mabukan dan main game seharian!

4. Pria tidak suka dengan tontonan yang berbau drama dan menguras air mata. Mereka juga tidak suka terlibat secara emosional.

5. Satu hari dalam dunia pria ada 24 jam. Yakni 8 jam untuk tidur, 10 jam untuk bekerja, 1,5 jam untuk olahraga, 1.5 jam untuk makan dan melakukan kegiatan yang bersifat maskulin, dan hanya 1 jam saja untuk kamu!

6. Pria benci pergi berkencan. Sebab saat itu mereka tidak bisa membicarakan hal-hal yang membuat mereka nyaman. Sementara itu saat bersama teman-temannya pria bisa membicarakan hobi dan dan kegemarannya. (yt/nay)

3 Hari Dalam Hidup Ini

3 Hari Dalam Hidup Ini

Hari pertama : Hari kemarin.
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;

Lepaskan saja…

Hari kedua : hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya

Biarkan saja…

Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup,
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri.

Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga

Sumber : Anonymous

=================================================

Anda Lebih Penting Dari Masalah Anda

Proses pertumbuhan dan belajar selalu melibatkan resiko. Keberanian memberi anda kekuatan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan. Keberanian berasal dari pikiran anda yang jauh lebih bertenaga daripada lingkungan luar anda.

Bila anda menyadari bahwa betapa besarnya anda dibanding persoalan yang ada, maka anda akan mendapatkan keberanian untuk mengatasinya. Rintangan akan selalu tampak besar atau kecil sesuai dengan penglihatan anda. Keberanian adalah kapasitas untuk menghadapi apa yang terbayangkan. Ia akan memberi anda kemampuan untuk mengatasi kenyataan.

Melewati rintangan adalah buah dari pencapaian, buah dari keberhasilan. Lihatlah persoalan sebagaimana yang anda inginkan, bukan sebagaimana yang tampak.

Sumber : Daily Motivation

Buat Yg Belum, Akan & Telah Menikah

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?
Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng..
Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah… (is that simple?……..) itu semua bukan ukuran untuk
menikah atau mempertahankan pernikahan.
Tapi liat analogi-analogi berikut :

Bilamana sepasang sandal yang
hanya punya aspek kiri dan
kanan, menikah adalah persatuan dua
manusia, pria dan wanita. Dari
anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi
urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan, minat dan latar belakang
keluarga bukan jaminan
segalanya akan lancar.. Lalu apa?

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan
untuk memasukinya diperlukan pelaku yang
kuat dan berani. Berani menghadapi masalah
yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk
menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?
Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’, ‘Ada kerelaan
mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta
maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan
keberanian untuk mengemukakan pendapat
secara JUJUR’.

Sekali lagi
MENIKAH bukanlah upacara yang
diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun
pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian
mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk
berlabuh,ketika ribuan kapal pesiar yang
gemerlap memanggil-manggil

MENIKAH adalah proses penggabungan dua
orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana
kemesraan, ciuman, dan pelukan yang
berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak
siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian
bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah
perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya
membuat keluarga saling tersinggung, apalagi
kegemaran minum kopi yang sama…

MENIKAH adalah proses pengenalan diri
sendiri maupun pasangan anda. Tanpa
mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa
memahami orang lain…?? Tanpa bisa
memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa
memperhatikan pasangan hidup…??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian
tingkat tinggi,toleransi sedalam samudra,
serta jiwa besar untuk bisa saling ‘MENERIMA’
dan ‘MEMAAFKAN’, yg bukan sekedar
MENERIMA kritikan atau MEMAAFKAN
kesalahan semata akan tetapi MENERIMA dan
MEMAAFKAN dlm arti yg luas dan mendalam.

source : http://www.al-azzam.com 🙂