Beranjak Menuju 23th – Part I

“Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)


Kali ini saya ingin berbagi cerita seputar diri saya, banyak hal yang sudah saya lewati. Tak pernah putus rasa syukur saya kepada Allah SWT yang telah memperkenankan saya dan keluarga sampai kepada tahap ini. Bisa dibilang saya pernah merasakan hidup serba cukup menjadi berkekurangan dan perlahan-lahan bangkit lagi, saya begitu bangga bisa sampai ke tahap sekarang banyak pengalaman yg bisa dibagi kepada orang lain yang mungkin sedang merasa dunia ini tidak adil dan pengalaman dulu bisa saya jadikan pelajaran untuk menghargai hidup yang telah Allah berikan kepada kita.😛

Tidak Ada Impian

Dulu saya adalah gadis pendiam yang jarang ingin berinteraksi dengan teman2 sepantaran saya, mungkin karena faktor minder saya menjadi agak tertutup anehnya saya baru menyadari hal itu ketika saya sudah bekerja hehe..  Selepas SMA saya mulai berani membuka diri berinteraksi dengan yang lain, klo dulu waktu jaman es-em-pe dan es-em-a boro-boro mikirin rangking 1, nonton apalagi  pacaran bisa bersekolah saja sudah untung alhamdulillah maklum perekonomian dikala itu begitu sulit sehingga harus membantu orangtua dan merasakan berjualan bersama dindi dari pagi hingga malam oleh karena sebab itu saya sangat mencintai uang eh menghargai uang maksudnya hehehe😀

Ketika lulus sma kakak tercinta bilang “din, kamu sekarang adalah kertas yang putih.. Di dalam kertas ini kamu bisa bebas menorehkan warna apa saja menciptakan warna yang kamu suka.. Saat kamu bertemu orang nanti tidak ada yang mengenali kamu dulunya seperti apa, kamu tidak perlu minder.. Cukup tunjukan kepada orang lain betapa menariknya diri kamu, buat mereka tertarik berbagi cerita bersama kamu, tanyalah hal-hal apapun tentang orang yang sedang berbincang dengan kamu klo kamu bingung coba perhatikan lingkungan atau dari aksesoris yg mereka kenakan, dll..” kalimat itu yang membuat saya bisa keluar dari ruang gelap dan membaur dengan gaya saya.

tidak lama setelah lulus untuk mengisi waktu luang saya coba mengikuti kursus bahasa jepang dari sana saya mulai berinteraksi dengan orang lain, belajar mengasah keberanian, membentuk diri menjadi pribadi yang baik. setelah itu tidak lama pada tahun 2006 saya mendapatkan tawaran untuk bekerja.  Dari sini saya mulai merangkai mimpi mulai mencari tau apa yang saya mau dan mulai mengeluarkan ego yang ternyata merugikan diri sendiri…


(bersambung…)



“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturrahim.” (HR. Bukhari dalam kitab Adab, bab Man Busitha Lahu Fii Rizqi Bishilatirahim, (10/429); Muslim dalam kitab Al-Birr wa Ash-Shilah wa Al-Adab, bab Shilaturrahim wa Tahriim Qathiathuha (16/429).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: