Beranjak Menuju 23th – Part II

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

Rasanya baru di tahun ini saya merasakan puasa bertepatan dengan bulan kelahiran saya, alhamdulilah jarang sekali kan😀 tapi kok rasanya hati ini belum total berserah dan melakukan ibadah kepada Sang Pencipta kita, Allah SWT. ‘Ya Allah bantulah aku memperbaiki iman dan ibadahku menjadi senantiasa semakin baik, ampuni kelalaian dan kekhilafan’ku.. semoga aku bisa mengisi ramadhan ini dengan amalan sholeh, amin..’

Hmm berbicara seputar jilbab, insya’Allah tahun ini adalah tahun ke lima saya mengenakan jilbab. Bukannya menunggu hidayah tapi saya mengejar hidayah itu sendiri berawal dari masa sma saat duduk di bangku kelas 2 saya iseng bernazar kepada Allah “ya Allah bila Engkau memperkenankan aku untuk mendapat peringkat 2 besar di kelas dan bisa masuk ipa aku akan berjilbab..” dan Alhamdulillah Allah mengabulkan keinginan tersebut lalu setelah lulus sma satu haru menjelang ramadhan tiba saya mantap berjilbab hinggal ajal menjemput🙂 setelah mengenakan jilbab barusan saya bisa merasakan hidayah yang Allah berikan kepada hamba-Nya yg berlumur dosa ini, betapa beruntungnya Allah masih mengingatkan dan membuka pintu hati ini untuk bertaubat *ceilee bahasanya berat ah :D 

Sekedar berbagi, janganlah melihat kepribadian seseorang dari penampilan semata, baik buruknya kepribadian seseorang tidak bisa dilihat hanya dengan satu unsur saja. Jilbab itu bukan penanda bahwa si pemakai adalah orang yang berkepribadian baik, tapi jilbab merupakan ikhtiar si pemakai untuk menjadi baik. Dari yang saya pahami berjilbab itu sudah menjadi satu kewajiban bagi setiap muslim, biarlah hati mereka yg berbicara😛

Apa yang Perlu Dilakukan Pada Saat Bertambah Umur?

Jika ada yang bertambah pasti ada bagian lain yang berkurang, Tuhan menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan bukan🙂 pada saat kita mengalami bertambah / berkurangnya umur kita harus bertanya kepada diri sendiri seberapa besar kebaikan yang telah diperbuat.

saya pernah membaca disuatu blog, Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya.  Kenyataan inilah yang membuat seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskannya.

Mungkin benar apa yang di bilang bila usia bertambah berarti adalah Sebuah kesempatan memuhasabah amalnya. Memeriksa kendaraan jiwanya. Bagaimana keadaannya. Olinya, Remnya, Bensinnya, Bannya. Dan jarak tempuh yang sudah dicapainya serta Sejauh mana titik tolak sudah dilewati.

Oleh karena itu saya merasa dalam bertambah usia saya sangat sadar telah melewati beberapa proses baik yang berpengaruh dalam pengembangan diri serta pengelolaan hati yang berpengaruh pada saat kita bersikap terhadap hal apapun. Pengalaman kebahagiaan – kesedihan, pencapaian – kekecewaan, keberhasilan – kegagalan, kepercayaan – penolakan, diajak nikah – hal yang tak diinginkan dan rentetan kejadian lainnya adalah segumpalan  waktu yang pernah saya lewati.

Tahukah kamu? kadang saya tidak ingin berandai-andai saat saya bertambah usia, klo mau berharap macam2 berdoalah yg muluk-muluk sekalian. misalnya ingin kaya dengan harta yang halal, cepet menikah bersama pendamping hidup yang mampu membahagiakan kita lahir bathin, jadi direktur di perusahaan yang dikelola sendiri, punya suami orang beken dikalangan orang2 sholeh, pindah rumah ke kawasan elit yang bisa berdekatan dengan lingkungan masyarakat yang mencintai kegiatan rohis dan sosial, menang pilkada yang bisa membawa masyarakatnya menjadi sejahtera dengan pendidikan serta kesehatan yg terjami, bisa ambil S2 ikut bermacam2 kursus bahkan berkeliling dunia lalu mengajak orang2 sekampung naik haji  sekalipun juga boleh kok😀

*ini yang saya artikan dengan bermimpi yang terlalu muluk😛



Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 184).

apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. ( Source By :  Dudung.Net )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: