Cerita Motivasi Untuk Kita.. II

Jangan Terlalu Banyak Berpikir

 

Sebenarnya tidak banyak hal baru yang disampaikan oleh Sir Richard Branson di Hotel Indonesia Kempinski semalam.

Semua terdokumentasi dengan jelas di bukunya yang versi Indonesianya diterbitkan oleh penerbit buku ini.

Didampingi oleh Desi Anwar, ia bercerita tentang pentingnya memiliki dan mengejar impian.

Ia bercerita tentang bagaimana hidup dengan penuh passion dan bergelut dengan tantangan baru.

Ia bercerita tentang pentingnya menjaga reputasi, nama baik, brand.

Ia bercerita tentang inovasi tiada henti dan perlunya mentranformasi dan me-retransformasi diri dan bisnis terus menerus.

Bercerita tentang pentingnya menjadi yang terbaik dalam setiap bisnis yang dilakukan.

Ia bercerita tentang membuat perbedaan dalam hidup orang banyak.

Dan ia juga bercerita tentang…. sesuatu yang membuat saya tertunduk merenung di kursi saya….

Ia bercerita tentang pentingnya bertindak tanpa terlalu banyak berpikir. Bertindak dengan insting dan intuisi.

Jangan percaya kepada akuntan anda kalau mau memulai bisnis.

 

Lakukan saja.

 

Trust your instinct.

 

Saya mengakui bahwa saya terlalu banyak berpikir, terlalu banyak pertimbangan, karena saya terlalu banyak tahu, terlalu banyak membaca. Ini berbahaya, ternyata.

Ini membuat saya lambat atau tidak bertindak.

Saya menyesali ini.

Banyak keputusan yang seharusnya sudah saya ambil sejak lama, tapi akhirnya baru sekarang terealisasi. Memang, tidak ada kata terlambat, tapi saya tetap menyesalinya.

Banyak ide yang mestinya sudah dieksekusi tapi masih tertahan karena berbagai alasan. Alasan terbesar adalah karena saya banyak tahu yang mengakibatkan saya banyak pertimbangan.

Dalam perjalanan pulang, saya sampaikan hal ini kepada Pak Hertanto, teman seperjuangan di Komunitas TDA.

Di rumah pun saya ulangi “pengakuan dosa” ini kepada istri saya.

Terima kasih, Sir Richard Branson yang telah datang jauh-jauh untuk menyadarkan saya, dan tentunya juga menginspirasi banyak orang Indonesia.

Wrote : Badroni Yuzirman

==================================================================

Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal?

Alangkah besar apa yang bisa diajarkan oleh kegagalan hidup tentang diri kita! Mereka yang memetik pelajaran dari kesalahannya bisa kembali dengan keadaan yang lebih kuat daripada sebelumnya.

Anda mungkin pernah gagal dalam karier anda. Satu-satunya cara untuk menghindari kegagalan adalah tidak pernah berusaha mengejar sukses; tetap tinggal di tempat anda sekarang. Sebenarnya anda bisa memetik pelajaran dari kegagalan, memikirkan apa yang tidak beres dan memperbaikinya. Anda mempunyai kekuatan untuk berubah. Bahkan seorang yang sukses seperti Samuel Beckett, penulis lakon sandiwara paling terkemuka di abad kedua puluh ini, pernah menulis bahwa dia merasa tidak asing lagi dengan kegagalan, “setelah bernafas dalam-dalam dengan udaranya yang menggairahkan hidup.”

Penelitian cermat terhadap kekalahan sangat penting. Anda harus menghadapi kegagalan untuk menghindari kemungkinan mengulanginya. Berdasarkan wawancara dengan hampir 200 orang yang telah berhasil mengatasi kegagalan karier yang besar, berikut ada enam alasan paling umum untuk kegagalan. Siapa pun anda, mungkin anda menemukan diri anda dalam daftar ini.

1–Kurangnya Ketrampilan Sosial.

Kebanyakan orang yang kurang memiliki ketrampilan sosial beralasan bahwa “politik kantor”-lah penyebab kegagalan mereka. Namun, politik kantor tak lebih dari interaksi normal antara para karyawan. Bila anda mendapat kesulitan dengan “politik kantor”, mungkin anda benar-benar mempunyai kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. Kebanyakan karier melibatkan orang lain. Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis anda, tetaplah anda perlu memiliki intelegensi sosial, (misal, kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik). Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mengakui kesalahan mereka, berjalan terus dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial adalah ketrampilan yang bisa diperoleh dengan banyak berlatih.

2–Tidak Cocok.

Mungkin anda sama sekali tidak gagal, hanya menderita suatu kasus ketidakcocokan. Sukses memerlukan kecocokan antara kemampuan, kepentingan, kepribadian, daya dan nilai-nilai dalam pekerjaan anda. Bila anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku pekerjaan dan menyesuaikan atau mengubah pekerjaannya. Bagi beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang berani diambil.

3–Tidak Adanya Komitmen.

Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah meningkatkan kemungkinan gagal. Khayalan ketakutan akan kegagalan yang menimpa orang yang tidak punya komitmen dapat menyebabkan ia menghindari kegagalan dengan tidak melibatkan diri secara emosional. Selain itu, kurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk bisa ambil bagian dalam sukses, anda harus yakin bahwa anda bisa melakukannya.

4–Fokus yang Terlalu Tersebar.

Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak melakukan satu pun secara baik. Fokuskan kembali diri anda pada apa yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan anda, tetapkan prioritas, dan susun organisasi usaha anda, merupakan hal-hal pokok untuk mencapai suskes.

5–Rintangan Tersembunyi

Kadang-kadang banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Misal, umur, diskriminasi jenis kelamin dan ras. Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang benar mengenai situasi, untuk merebut kembali kontrol atas kehidupan dan masa depan anda.

6–Kemalangan.

Kadang-kadang suatu peristiwa terjadi dan anda tidak bisa menghindarinya. Apa yang dapat anda lakukan? Pertama, jangan menyalahkan diri sendiri kalau peristiwa itu terjadi. Kedua, ingat bahwa anda selalu memiliki pilihan, walaupun pilihan itu tidak terlihat jelas.

Kesempatan datang silih berganti, dan arah yang anda tetapkan mungkin bisa berubah lagi. Tetapi kalau anda bisa berpikir jernih mengenai kegagalan, kalau anda meyadari bahwa anda adalah seorang yang selalu punya pilihan, maka anda akan bisa mengatasi sebuah pelajaran yang berharga.

Mengapa orang yang pintar pun bisa gagal? Mereka bisa saja gagal karena banyak alasan. Tetapi kegagalan bukanlah yang menjadi pokok persoalan. Orang yang paling baik pun bisa mengalami kegagalan. Yang penting adalah bagaimaan kita memetik pelajaran dari kegagalan kita. Apa ciri khas yang menonjol dari orang yang benar-benar pintar? Mereka memetik pelajaran.

Diadaptasi dari “Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal”, Carole Hyatt dan Linda Gottlieb

 

===============================================================

Makna di Balik Derita

 

Seorang psikiater asal Austria, Victor Emil Franklin (1905-1997), pernah dipaksa hidup di kamp konsentrasi NAZI. Ayah, ibu, saudara dan istrinya dibunuh semua. Ia sendiri dipaksa menyaksikan berbagai bentuk penyiksaan dan penderitaan. Satu hal yang ia amati dalam pengalaman tragis itu adalah banyaknya tawanan yang meninggal dunia karena ketakutan dan putus asa, bahkan sebelum disiksa. Sementara ada sekelompok tawanan yang disiksa bagaimanapun, dalam penderitaan seperti apapun, mereka tetap tegar bertahan dan bahkan akhirnya selamat seperti dirinya.

Orang-orang yang bertahan ini kemudian diteliti oleh sang psikiater. Dan ternyata ditemukan fakta mereka bisa bertahan karena mereka memiliki meaningful life. Mereka bisa menemukan makna di balik penderitaan. Mereka bisa mengatasi ketakutan karena ada makna di balik ketakutan tersebut. Dalam bahasa Nietzsche, “If you know the why, your can bear any how.” Jika Anda tahu untuk apa Anda menderita, maka Anda akan bisa menahan penderitaan seberat apapun.

Cerita di atas benar-benar menginspirasi kita untuk memberikan makna terhadap segala hal yang terjadi pada diri kita terutama hal-hal yang tidak enak dengan sebuah gambaran yang menyenangkan. Setiap hari silih berganti datang sesuatu yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Kebanyakan kita akan tertawa apabila menemukan kebahagiaan dan sebaliknya akan menangis apabila menemukan hal-hal yang menyedihkan. Itu tidak keliru karena orang pada umumnya memaknai sesuatu persis seperti yang dirasakan oleh perasaan pada saat itu.

Namun apabila kita memaknai sesuatu seperti yang dilihat dan didengar dan dirasakan apa adanya maka akibatnya hidup kita akan sangat rentan untuk berubah setiap saat. Pagi hari mendengar kabar mendapat hadiah, langsung gembira tiada tara. Beberapa jam kemudian mendengar keluarga ada yang sakit langsung menangis. Sore hari bisa jadi tertawa kembali, dll.

Teman-teman, hidup kita dibagi dua; yang pertama hidup jangka pendek dan yang kedua jangka panjang. Agar kita memiliki pola hidup yang konstan, semangat yang stabil dan mental yang kokoh, maka setiap orang harus membuat rancangan dan gambaran hidup di akhir nanti akan seperti apa.

Ada sebuah contoh sederhana. Seorang ibu yang hamil selama 9 bulan, bukan tanpa penderitaan. Di awal-awal kehamilan biasanya struktur faal tubuh berubah, dengan sendirinya kimia tubuh pun mempengaruhi fisik secara langsung. Ada rasa mual, rasa tidak nyaman, muntah, enggak enak badan, dll. Bulan semakin berjalan, bukannya tidak ada risiko tambahan, beban pun semakin bertambah. Tapi mengapa seorang ibu tetap masih bertahan dan bahkan tersenyum ketika hamil? Itu karena dia membayangkan bayi mungil yang lucu sebentar lagi akan menemani dia dan menjadi teman hidupnya. Harga kehamilan 9 bulan dengan diiringi rasa sakit dan tidak nyaman nyaris tidak terasa karena memiliki makna lain.

Ada contoh lain. Seorang ayah nekat masuk ke dalam kobaran api yang sedang menyala. Ia langsung masuk tanpa tanya sana sini. Ternyata dia mau menolong anaknya yang ada di dalam rumah yang terbakar tersebut. Bagi kita yang tidak memiliki niat di balik kenekatan tersebut, rasa-rasanya tidak akan coba-coba mendekati api yang sedang berkobar. Dan banyak lagi cerita-cerita lain yang menunjukkan heroisme dan secara logika tidak masuk akal orang tersebut melakukannya.

Kalau dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, kita pun bisa melakukan hal-hal yang “agak nekat” tersebut untuk kepentingan dan kebaikan kita di masa mendatang. Seseorang yang bekerja sangat disiplin, bangun pagi-pagi, berangkat ke kantor, mengadakan rapat, pergi menemui klien. Sore harinya rapat kembali. Dia lakukan berulang kali setiap hari. Ada dua kemungkinan reaksi karyawan yang melakukan rapat dan disiplin tiap hari. Karyawan pertama akan merasa terbebani karena merasa lelah dan capek. Sementara karyawan kedua merasa sangat semangat karena dia sadar dia akan mendapatkan reward atau penghargaan dari perusahaannya.

Kasus para pekerja Jepang pun menjadi contoh lain yang patut ditiru. Di Jepang, mereka memang memiliki jam kerja yang sama dengan di Indonesia, 8 jam, istirahat 1 jam. Tapi bukannya 8 jam – 1 jam, di sana 8 jam + 1 jam istirahat. Alhasil jam kerja totalnya adalah 9 jam. Hanya memang ketika bekerja, mereka benar-benar bekerja, tidak lagi dibarengi dengan kegiatan lain yang tidak mendukung pekerjaan. Sementara orang Indonesia, ketika jam kerja masih menyempatkan diri untuk berleha-leha, apakah merokok, ngegosip dan ngobrol dengan teman-temannya. Para pekerja di Jepang pun memiliki makna bahwa dengan bekerja mereka memiliki harga diri dan kebanggaan yang tinggi karena bisa membangun negaranya lewat pekerjaan dia. Tidak heran dengan semangat bekerjanya, Jepang menjadi negara yang sangat diperhitungkan di dunia.

Satu contoh lagi yang bisa dijadikan analogi betapa penderitaan yang kita alami bisa memiliki makna yang sangat dalam. Hal ini terjadi pada orang yang berpuasa. Logikanya tubuh membutuhkan nutrisi untuk aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Tapi karena ingin meraih sesuatu makna yang lebih dalam, seseorang melakukan puasa seharian, tidak makan, tidak minum. Hanya kekuatan makna di balik puasa tersebut sajalah yang bisa membuat seseorang bertahan dan bahkan gembira menjalankan puasa. Bahkan sebagian orang sama sekali tidak merasakan lapar atau haus secara berlebihan karena sudah biasa.

Pertanyaan selanjutnya, apa tujuan Anda di masa mendatang? Apakah Anda benar-benar yakin bahwa tujuan hidup tersebut memberikan arti yang sangat dalam bagi Anda? Kalau YA, pasti Anda akan mau membayar harganya, apapun tidak ada tawar menawar. Ini bukti dari kesungguhan seseorang untuk mengejar makna yang berefek pada eksistensi diri dan harapan yang akan datang. Semua pekerjaan menjadi sangat ringan ketika ada pemaknaan di balik penderitaan. (*)

 

=================================================================

6 Tips Motivasi

Secara ringkas, motivasi adalah semangat pendorong untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah beberapa tips motivasi yang semoga bermanfaat.

1. Selalu bersyukur akan apa yang kita dapatkan.

Mungkin hal ini adalah sederhana, namun sangat memotivasi diri kita saat kita terpukul atau terjatuh dengan target-target yang dinanti-nanti dan diharapkan untuk terjadi, tapi faktanya meleset. Pengungkapan syukur melalui 3 cara.

* Dengan hati. Lihatlah sekeliling kita yang ada dibawah kita. Yakin hal ini akan membuat hati kita lembut dan mensyukuri akan nikmat-nikmat yang oleh sebagian orang tidak dapat menikmatinya.

* Dengan lisan, dengan ucapkan syukur. Nikmat yang kita rasakan tidak akan kita peroleh tanpa seijin dari pemilik tubuh kita, pemilik jasad kita, juga pemilik roh kita. Trus kita ini siapa? Kita adalah makhluk yang diberi pinjaman untuk dapat berkarya, dan membagikan kebahagiaan kepada orang lain.

* Dengan perbuatan. Syukur dengan membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Rasakanlah kebahagiaan yang timbul saat kita dapat melihat kebahagiaan yang muncul melalui tangan kita. Ada rasa menyeruak dalam dada merasakan bahagia meski buliran air mata mengalir tidak terasa. Jika kita pernah merasakannya, ulangi ulangi dan ulangi.

2. Lakukan apa yang kita minati.

Hal ini akan memotivasi kita untuk melakukannya. Karena dengannya kita merasa enjoy, dan dengannya tak kan ada rasa bosan dan letih. Banyak dari saudara kita yang mereka bekerja karena tuntutan, bukan karena mereka menyukainya. Dari hasilnya kita akan tahu mana yang bekerja karena menyukainya, atau bekerja karena tuntutan. Orang bekerja dengan diikuti rasa senang, akan menambahkan detil-detil secara sukarela.

3. Jika tidak seperti yang kita inginkan.

Yakinkan pada diri sendiri, jika posisi ini adalah step awal menuju yang kita inginkan. Tentunya ada hikmahnya. Apapun keadaanannya. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa, karena itu memperlihatkan kualitas kita.

4. Cermati, perhitungkan, dan tangkap peluang yang ada.

Setiap kita memiliki peluang-peluang menuju sukses. Namun hanya sedikit orang yang mampu memanfaatkan peluang itu. Terkadang kita melihat ada peluang, namun memiliki keterbatasan, misal keterbatasan modal, keterbatasan keahlian dan lain-lain. Itulah gunanya bermasyarakat, adanya berinteraksi, bersosialisasi, dan bertolong-menolong. Dengan bekerja sama tentu akan menghasilkan yang positif sesuai target dan keinginan bersama. Asah terus kemampuan untuk melihat peluang.

5. Berkumpul dengan orang yang bermotivasi.

Prinsip ini sama dengan istilah penjual minyak wangi akan berbau wangi dengan sendirinya.

6. Selalu dekatkan diri pada Tuhan.

Adakalanya dalam berusaha mengalami pasang surut. Hambatan dan rintangan dalam melangkah. Pastikan pada diri sendiri bahwa semua itu ada hikmahnya. Mungkin sajakan itu adalah cara Tuhan untuk mendidik kita. Kita tidak akan dididik seperti di bangku sekolah, tapi kita dididik melalui peristiwa-peristiwa. Kita akan mendapatkan pelajaran dari universitas yang skalanya lebih besar. yaitu universitas kehidupan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat memberi manfaat kepada orang lain.

Tidaklah sesuatu berubah jika tidak mulai bertindak, dan kapankah waktu yang paling sesuai untuk memulainya jika bukan saat ini.

 

Source By Anymous

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: